AGLOMERASI DAN DEGLOMERASI
Posted in: Kucing

AGLOMERASI DAN DEGLOMERASI

AGLOMERASI DAN DEGLOMERASIAGLOMERASI DAN DEGLOMERASI

Mempelajari lokasi perusahaan akan terlihat adanya kecenderungan bahwa perusahaan-perusahaan ini berada di suatu daerah tertentu secara kelompok. Misalnya perusahaan-perusahaan tekstil di malaysia, perusahaan rokok kretek mengelompok di kudus, perusahaan batik di yogyakarta, solo, dan pekalongan.

            Gejala pengelompokan perusahaan di suatu lokasi disebut “Aglomerasi”. Ada beberapa faktor yang mendorong gejala aglomerasi yakni hal-hal sebagai berikut :

  1. Tersedianya tenaga-tenaga terampil yang di butuhkan perusahaan.
  2. Perkembangan perusahaan dari perusahaan kecil menjadi perusahaan besar.
  3. Deferensiasi, yaitu pemisahan produksi dari suatu perusahaan menjadi beberapa perusahaan.
  4. Saling membutuhkan antara perusahaan dengan perusahaan lain, dalam hal atau pelayanan.
  5. Timbulnya perusahaan baru yang mengelola bahan buangan dari perusahaan yang telah ada.

            Kecenderungan aglomerasi yaitu saling berdekatan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain, pada hakekatnya karena alasan yang menekan ongkos produksi.

       Sebaliknya apabila terdapat kecenderungan perusahaan untuk memisahkan diri kelompok lokasi perusahaan-perusahaan maka gejala ini dinamakan “deglomerasi” jadi kebalikan dari gejala Dglomerasi.

            Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya gejala Deglomerasi yaitu:

  1. Harga tanah yang semakin mahal, menyebabkan perusahaan yang ingin mengadakan ekspansi terpaksa harus pindah ke tempat lain.
  2. Timbulnya real estate atau daerah pemukinan, mendorong perusahaan harus pindah ke daerah di pinggir kota.
  3. Transportasi dan sarana jalan yang semakin baik serta faktor tenaga kerja yang lebih murah di luar kota menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Baik aglomerasi maupun deglomerasi, faktor utama pertimbangannya adalah maximazing profit. Di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan pemerintah menetapkan daerah khusus bagi perusahaan industri. Di Medan misalnya, dikenal KIM (Kawasan Industri Medan), Itu adalah aglomerasi. Demikian juga ada di Jakarta dan Surabaya dan kawasan yang merupakan tempat khusus sebagai lokasi industri.

Recent Posts