Belajar Sejarah Melalui Pendidikan Multikultural

Belajar Sejarah Melalui Pendidikan Multikultural

Belajar Sejarah Melalui Pendidikan Multikultural

Belajar Sejarah Melalui Pendidikan Multikultural
Belajar Sejarah Melalui Pendidikan Multikultural

Perlu diketahui kemajemukan

yang menjadi sebuah karakteristik di masyarakat bangsa Indonesia harus dijadikan dasar pemikiran untuk membawa generasi muda belajar sejarah. Dengan melakukan pendekatan kesadaran akan memberikan pemahaman peserta didik supaya dapat memanfaatkan upaya mengembangkan;
  1. Apresiasi,
  2. Sikap,
  3. Menanamkan keyakinan akan makna intrinsik dari seseorang dalam konteks kesejahteraan umum,
  4. Rasa hormat terhadap makna ataupun arti kemajemukan kultural,
  5. Upaya melatihkan kompetensi peserta didik untuk dapat berfungsi efektif dalam masyarakat yang beragam macam,
  6. Memfasilitasi peluang pendidikan yang sama kepada setiap orang tanpa membeda-bedakan agama, usia, gender,dan lain sebagainya.
Dalam mengembangkan pemahaman tentang kemajemukan dapat memperkaya kehidupan kolektif sebagai bangsa, dan bukan sebagai ancaman terhadap persatuan dan kesatuan.

Sebenarnya kebudayaan itu

memberikan kompetensi kepada pengikutnya dengan kemampuan untuk menyelesaikan maupun memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Dalam memenuhi kebutuhan hidup yang timbul karena lingkungan atau akibat hubungan antar individu atau antar kelompok, maka masyarakat majemuk yang mempunyai keberagaman budaya mempunyai banyak pilihan atau alternatif di dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan.
Perlu diketahui juga Mengapresiasi Keragaman Budaya adalah memperkaya, kenapa demikian? Terkumpulnya berbagai pengalaman yang kolektif, kearifan, pengetahuan, dan visi lain dapat membantu dalam menghadapi berbagai kebutuhan serta permasalahan.
Salah satu dari sekian banyak cara yakni dengan Pendidikan, yang salah satu lembaga kemasyarakat, mencerminkan kemajemukan dalam kehidupan seperti yang terdapat dalam masyarakat kita. Sebagai seorang guru yang berdiri di depan kelas yang juga memiliki keragaman adalah keharusan untuk memahami latar belakang dan warisan sejarah para siswa. Guru harus peka terhadap kesulitan yang dihadapi  siswa dalam menghadapi tantangan yang terdapat dalam masyarakat luas yang lebih kompleks, dan apabila ada konflik, harus segera di atasi serta mempertahankan nilai-nilai golongan yang diwarisinya dengan budaya mainstream yang akan ditemuinya.(http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

Memang pastinya terdapat kesulitan-kesulitan

maka dari itu sangat perlu untuk menyesuaikan diri dalam belajar. Belajar dalam kelas sangat perlu dilandasi dengan suasana kelas dengan iklim sekolah yang demokratis, serta memberikan pelayanan pendidikan dengan identitas budaya yang berbeda dengan setara kepada para siswa. Jadi guru harus melengkapi diri dengan berbagai keterampilan profesional agar dapat mempersiapkan siswa dalam membangkitkan kemudian mengembangkan daya kritis, potensi akademik dengan berbagai pemahaman, sikap dan keterampilan sosial untuk menanamkan pemahaman dan sikap bahwa perbedaan itu memang wajar, sebagai manusia perlu saling menghormati pendapat manusia lainnya, harus berani mengemukakan pendapat sendiri, dapat bekerja sama dengan baik, memiliki empati dan toleran, dapat menempatkan kepentingan diri sendiri di bawah kepentingan baik bersama, dan lain sebagainya.

Dengan melalui pendekatan multikultural

belajar sejarah akan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari berbagai sejarah lokal, tradisi lokal, kearifan lokal, budaya lokal, serta berbagai kebutuhan dan permasalah lokal yang selanjutnya direlevasikan dengan sejarah nasional maupun perkembangan dunia internasional yang disusun, direncanakan dalam kurikulum pelajaran sejarah di persekolahan. Apabila guru kreatif mengembangkan kurikulum dikelasnya dengan visi dan pendekatan multikultural maka muatan lokal dalam kurikulum dan pelaksanaan otonomi daerah dapat memberikan peluang untuk guru-guru mengembangkan kreativitasnya.