Bentuk-Bentuk Akomodasi Beserta Contohnya

Bentuk-Bentuk Akomodasi Beserta Contohnya

Bentuk-Bentuk Akomodasi Beserta Contohnya

Bentuk-Bentuk Akomodasi Beserta Contohnya

  1. Coercion

    Coercion ialah salah satu bentuk akomodasi dimana prosesnya dilaksanakan karena ada paksaan yang mana salah satu pihak ada pada posisi yang lemah jika dibandingkan dengan pihak lawannya. Adapun pelaksanaan dari coercion dapat dilaksanakan secara kontak langsung atau secara fisik, ataupun secara psikologis. Misalnya : perbudakan merupakan salah satu contoh coercion, yang mana interaksi sosial didasarkan kepada penguasaan dari si majikan atas budaknya tersebut. Di berbagai negara totaliter, coercion dilaksanakan apabila salah satu kelompok minoritas berada di dalam lingkungan masyarakat memegang kekuasaan. Hal ini bukan berarti bahwa hasil dari bentuk akomodasi coercion tidak tentu hasil yang baik untuk masyarakat.

  2. Kompromi

    Kompromi merupakan bentuk akomodasi dimana pihak yang mengalami perselisihan tersebut mengurangi tuntutannya supaya tercapai penyelesaian dari pertentangan tersebut. Sikap dasar yang dibutuhkan untuk melakukan kompromi ialah bahwa terdapat salah satu pihak yang bersedia untuk memahami dan merasakan keadaan dari pihak yang lainnya dan dengan begitu pula sebaliknya. Misalnya : traktat antara beberapa negara-negara, bentuk akomodasi yang dilaksanakan oleh beberapa partai politik, hal ini karena mereka sadar dengan kekuatan masing-masing yang sama kuatnya dalam pemilu atau pemilihan umum dan begitu juga seterusnya.

  3. Arbitrasi

    Arbitrasi merupakan cara yang dilakukan untuk meraih kompromi jika pihak-pihak yang mengalami perselisihan tidak dapat menghadapi sendiri. Arbitrasi dapat dilakukan dengan cara menghadirkan pihak ketiga yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.

  4. Mediasi

    Mediasi ialah salah satu bentuk dari akomodasi yang mirip dengan arbitrasi. Pada mediasi, diundang pihak ketiga yang bersifat netral guna menyelesaikan perselisihan yang ada. Kedudukan dari adanya pihak ketiga tersebut yaitu sebagai penasehat dan tidak memiliki kewenangan dalam memberikan keputusan penyelesaian dari pertentangan tersebut.

  5. Konsiliasi

    Konsiliasi merupakan suatu usaha guna mempertemukan keinginan dari pihak yang sedang bertikai guna mendapatkan pemecahan. Bentuk akomodasi konsiliasi lebih bersifat lunak dibandingkan dengan kompromi serta dapat membuka kesempatan untuk pihak yang bersangkutan dalam mengadakan asimilasi atau penyesuaian.

  6. Toleransi

    Toleransi merupakan bentuk akomodasi tanpa melalui persetujuan, namun dibutuhkan saling pengertian. Terkadang toleransi dapat timbul tanpa direncanakan dan secara tidak sadar, hal ini dikarenakan adanya sifat dari orang perorangan atau kelompok untuk menghindari diri dari pertentangan.

  7. Stalemate

    Stalemate atau jalan buntu ialah bentuk akomodasi yang mana pihak yang sedang bertikai berhenti di satu titik tertentu, hal ini karena memiliki kekuatan seimbang. Hal ini karena untuk kedua belah yang sedang berselisih tidak ada kemungkinan lagi untuk maju ataupun mundur.

  8. Ajudikasi
    Ajudikasi adalah proses penyelesaian masalah di tempat pengadilan.
  9. Segregasi
    Segregasi ialah masing-masing pihak yang sedang berselisih tersebut saling menghindar dan memisahkan diri dalam rangka untuk mengurangi ketegangan.
  10. Eliminasi
    Eliminasi ialah pengunduran diri dari salah satu pihak karena mengalah.
    Subjugation atau domination
    Salah satu bentuk akomodasi dimana pihak yang mempunyai kekuatan besar meminta agar pihak-pihak yang lain menaatinya.
  11. Keputusan mayoritas
    Keputusan mayoritas ialah keputusan yang diambil dengan berdasarkan suara terbanyak.
    Minority consent merupakan golongan minoritas dimana mereka merasa tidak dikalahkan dan masih dapat untuk melakukan kegiatan bersama.
  12. Konvenrsi
    Konvenrsi merupakan penyelesaian perselisihan yang mana salah satu pihak bersedia untuk mengalah serta dapat menerima syarat yang diajukan oleh pihak yang lainnya.
  13. Gencatan senjata
    Genjatan senjata merupakan penangguhan permunasan pada waktu tertentu, hal ini karena menunggu adanya jalan keluar yang baik.

Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/