Biografi Abu Fida : Sultan yang Ahli Sejarah

Biografi Abu Fida

Biografi Abu Fida : Sultan yang Ahli Sejarah

Biografi Abu Fida

Abu Fida’ adalah seorang pangeran Suriah yang mahir sejarah dan geografi. Ia lahir pada bulan November 1273 di Damaskus. Nama lengkapnya adalah Ismail bin al-Afdal Ali bin al-Muzaffar Mahmud bin al-Mansur Muhammad bin Taki ad-Din Umar bin Syahansyah bin Ayyub al-Malik al-Mu’ayyad Imaduddin Abu al-Fida’. Ia adalah putra Malikul Afdal, saudara dari pangeran Hammah, yang kembali ke Damaskus setelah kepergiannya ke Mongol. Ia juga cucu keluarga Ayyub, ayah Saladin (Sultan Shalahudin al-Ayyubi).
Sebagai pangeran Suriah, Abu Fida’ telah dipersiapkan menjadi pemimpin sejak kecil. Pada usia 12 tahun, Abu Fida’ ikut bergabung dalam rombongan ayah dan saudara sepupunya, al-Muzaffar Mahmud II, yang akan menyerbu benteng St. John dalam peristiwa Perang Salib di Tripoli. Pada tahun 1310, ia diangkat menjadi Gubernur Hammah. Dua tahun kemudian, posisinya dinaikkan menjadi pangeran. Ia diberi gelar Malik ash-Shalih. Pada tahun 1319-1320, ia berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji bersama Sultan Muhammad. Pada tanggal 28 Februari 1320 (17 Muharram 720 H), dalam perjalanannya kembali ke Kairo, ia diberi lencana kesultanan dan dianugerahi gelar al-Malik al-Mu’ayyad.
Selama kurang lebih 21 tahun, Abu Fida’ menjalankan tugasnya sebagai pemimpin rakyat. Meskipun begitu, ia masih sempat membaca dan menulis di sela-sela waktu luang. Ia menulis sejumlah karya sejarah dan menyempurnakan karya-karya pendahulunya. Salah satu karya penting yang dihasilkan Abu Fida’ adalah sebuah karya gubahan berjudul al-Hawi, yang berasal dari karya al-Mawardi. Selain itu, ia juga menghasilkan dua karya yang berjudul Mukhtasar Tarikh al-Basar dan Takwim al-Buldan, yang kemudian melambungkan namanya. Keduanya merupakan karya kompilasi besar dan disempurnakan di kemudian hari.
Mukhtasar Tarikh al-Basar adalah sebuah buku sejarah dunia yang mencakup periode pra Islam dan Islam (sebelum tahun 1329). Buku yang diterbitkan di Istambul ini menjadi salah satu sumber acuan bagi para ilmuwan Barat abad XVIII. Sementara itu, Takwim al-Buldan adalah sebuah buku geografi yang dilengkapi data-data dalam bentuk tabel matematika dan fisika.
Karya geografi Abu Fida’ lainnya yang juga terkenal adalah Introduction General ala Geographis des Orintaux. Para ilmuwan Barat memuji karya ini sebagai tulisan yang mengagumkan. Abu Fida’ pun diberi gelar The Greatest Geographer of His Age. Di kemudian hari, sebagian besar karya Abu Fida’ diterjemahkan dalam bahasa Perancis dan tersimpan rapi di perpustakaan Paris.
Abu Fida’ meninggal dunia pada tahun 1327.