Posted in: Umum

Daya Tahan Alami Kayu

Daya Tahan Alami Kayu

 

Kayu merupakan bagian atau salah satu produk alami

Kayu merupakan bagian atau salah satu produk alami yang menghasilkan proses pertumbuhan pohon dengan bahan polimer yang tersusun atas berbagai tipe sel dan jenis bahan kimia yang satu sama lain saling terhubung. Sehingga, kayu memiliki sifat anatomi, fisik, kima dan mekanis yang juga khas secara alami yang terdapat pada pohon tersebut.

Dimana kayu ini dapat dikatakan sebagai produk biopolimer yang terdiri dari sel-sel, mengandung persenyawaan kimia berupa selulosa, hemiselulosa, lignin, dan bahan ekstraktif. Kayu ini dalam pertumbuhannya membutuhkan waktu bertahun-tahun dengan keterlibatan tempat dan lingkungan tumbuh, sehingga kayu dapat terurai kembali menjadi komponen-komponen pembentuknya.

Dari berbagai jenis kayu mempunyai ketahanan alaminya yang berbeda-beda terhadap faktor perusak. Dimana pada umumnya faktor perusak kayu akan memiliki dampak atau mengakibatkan deteriorasi dengan tingkat yang berbeda pada setiap bagian pohon itu sendiri. Sehingga terdapat serangan organisme perusak kayu pada suatu strujtur bangunan tidak berarti bahwa seluruh kayu yang ada dalam struktur tersebut akan diserang secara merata (Muin et al, 2019).

Hal itu disebabkan oleh adanya perbedaan ketahanan dari setiap potongan kayu yang menyusun struktur tersebut. Meskipun demikan, adanya serangan tersbut dapat mempengaruhi ketahanan struktur secara keseluruhan sehingga apapun tipe dan bentuk gangguan dari faktor perusak yang muncul seharusnya dihindari sedini mungkin (Muin et al, 2019).

Ketahanan alami terhadap perusak kayu, kayu memiliki atau dibedakan atas kekuatan dan keawetan. Dimana kekutan kayu merupakan daya tahan kayu terhadap beban yang mengenainya, sedangkan keawetan kayu merupakan daya tahan kayu terhadap organisme kayu.

Pada umumnya faktor-faktor perusak dapat dilihat sebagai komponen yang muncul sebagai hasil interaksi antara kayu dengan lingkungan penggunaanya, baik lingkungan biotik maupun lingkungan abiotik. Dimana lingkungan biotik dapat mempengaruhi ketahanan kayu karena organisme perusak berinteraksi dengan kayu dalam bentuk menjadikannya sebagai bahan makanan atau tempat perlindungan. Sedangkan lingkungan abiotik mampu mempengaruhi ketahanan kayu karena adanya interaksi fisik, mekanis maupun kimia yang dapat merombak atau merubah komposisi kimia dan bentuk kayu (Muin et al, 2019).

Ketika organisme atau perusak kayu menyerang kayu itu sendiri, menyebabkan daya tahan kayu terhadap serangan terhadap keawetan kayu mampu mempengaruhi unsur penyusun kayu, sehingga menghilangkan berat kayu.

Untuk dapat mengendalikan dan mengoptimalisasi kayu dalam suatu lingkungan membutuhkan kemampuan memahami bentuk dan lingkungan interaksi kayu dengan faktor-faktor perusaknya. Hal ini sesuai dengan besarnya potensi jenis-jenis kayu dan tinggi kesesuaian lingkungan kita bagi keberadaan dan berkembangnya berbagai faktor perusak.

Recent Posts