Fakta Sosial
Posted in: Pendidikan

Fakta Sosial

Fakta Sosial

Fakta Sosial merupakan sebuah hasil dari penafsiran data yang menunjukkan aktivitas hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Fakta Sosial

Fakta sosial merupakan suatu bukti yang menunjukkan keadaan sosial tokoh sejarah baik itu pelaku ataupun saksi itu berada, seperti suasana zaman, lingkungan, dan masyarakatnya.

Suatu peristiwa sejarah yang dipengaruhi oleh masalah-masalah sosial yang terjadi dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Masalah sosial yang muncul dan berkembang di masyarakat kerap kali menimbulkan suatu peristiwa.

Contoh:

Peperangan yang terjadi dapat menghancurkan tatanan sosial dalam kehidupan suatu bangsa. Sebelum terjadi perang, kehidupan sosial masyarakat terjalin dengan baik, tetapi setelah peperangan semuanya hancur. Dan hubungan sosial yang pernah hancur akibat perang tersebut mulai dibenahi sehingga dapat memunculkan jalinan hubungan sosial yang lebih erat dari masa sebelumnya.

3.2 Menguji validitas sumber

Pengujian dilakukan untuk memastikan sumber yang dikumpulkan sungguh-sungguh dapat dipercaya dan memiliki kaitan erat dengan topik yang diteliti. Pada ilmu sejarah tahap ini dikenal sebagai heuristik. Pengujian sumber dilakukan dengan:

  1. Kritik ektern.

Kritik ektern bertujuan untuk menguji otentisitas atau keaslian sumber. Apabila sumber berupa tulisan tangan di atas kertas, maka pengujian dapat mencocokkan antara tanggal penulisan dengan jenis kertas yang digunakan. Seandainya keduanya cocok dalam arti sejaman, maka langkah berikutnya adalah membandingkan tipe tulisan atau tanda tangan antara laporan satu dengan laporan lain yang ditulis oleh pembuat yang sama.

  1. Kritik intern

Kritik intern bertujuan untuk menguji kredibilitas atau kebenaran informasi yang disampaikan oleh sumber sungguh-sungguh dapat dipercaya. Tahap ini sangat penting, karena mempengaruhi kredibilitas narasi sejarah yang akan dihasilkan. Salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menguji kredibilitas sumber adalah dengan membandingkan dengan sumber-sumber lain yang memberi informasi tentang hal yang sama. Semakin banyak sumber yang memberikan informasi sama, maka informasi tersebut semakin dapat dipercaya kebenarannya.

Selain dengan membandingkan, pengujian juga dapat dilakukan dengan melihat posisi sumber informasi dalam peristiwa yang dikaji. Apabila posisinya sebagai pelaku, maka informasinya lebih dapat dipercaya dari pada saksi.

  1. Kritik Konstruk Mental

Kritik konstruk mental ditujukan untuk membersihkan sumber dari subyektivitas aktor pembuat sumber yang dapat mengganggu atau menghalangi munculnya kebenaran faktual. Pembersihan biasanya dilakukan dengan mencermati istilah-istilah teknis, idiom, pandangan stereotipikal yang melekat pada status, peran dan keanggotaan sosio-kultural dari pembuat sumber. Misalnya pada sumber sekunder, Sejarah Nasional Indonesia Jilid II tertulis:

Berdasarkan silsilahnya dapat dipastikan, bahwa Kudunga adalah seorang Indonesia asli, yang barangkali untuk pertama kalinya tersentuh oleh pengaruh budaya India. Tetapi sedemikian jauh, Kudunga sendiri masih tetap mempertahankan ciri-ciri keindonesiaannya, dan itu pulalah rupanya yang menyebabkan ia tidak dianggap sebagai pendiri keluarga raja. Dari data yang sedikit itu dapat disimpulkan, bahwa rupanya pengertian keluarga raja pada waktu itu, terbatas kepada keluarga kerajaan yang telah menyerap budaya India di dalam kehidupan sehari-harinya. (Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, ed., 1984: 34);

baca juga :