Faktor Penyebab Kemandulan pada Pria

Faktor Penyebab Kemandulan pada Pria

Faktor Penyebab Kemandulan pada Pria
Faktor Penyebab Kemandulan pada Pria

 

Dalam istilah kedokteran, mandul disebut juga dengan infertile.

Infertile adalah istilah yang digunakan pada suatu pasangan suami – istri.
Infertile yaitu suatu pasangan suami – istri yang telah kawin lebih dari satu tahun dan telah melakukan hubungan suami istri secara adekuat tanpa memakai kontrasepsi tapi tidak memperoleh kehamilan.

Berdasarkan stastistik di AS pasangan suami istri yang infertile mencapai 10% dan 40% dari jumlah tersebut disebabkan oleh faktor dari pihak pria.

Faktor yang menyebabkan kemandulan pada pria antara lain :

1. Faktor Hormonal
Dalam proses sprematogenesis diperlukan hormon-hormon tertentu, misalnya hormon gonadotropin. Hormon tersebut harus dalam keseimbangan tertentu untuk dapat mempengaruhi proses spermatogenesis secara normal.
Misalnya jika hormon FSH kurang dan hormon LH kadarnya tinggi, maka proses spermatogenesis akan berlangsung secara tidak sempurna. Jadi antara hormon ini perlu adanya keseimbangan.

2. Faktor Anatomis 
Ada beberapa yang termasuk faktor anatomis sebagai penyebab terjadinya kemandulan, diantaranya :
– Kryptorchismus (kriptorkismus), yakni testis tidak turun seperti semestinya. Adakalanya tidak turun sebelah atau keduanya.
– Hpospadia, yaitu lobang orifisium urethrae externa terdapat dibatang penis, sedangkan yang normal terdapat pada ujung penis.

3. Faktor Penyakit Tertentu

Banyak jenis penyakit yang menimbulkan kemandulan pada seorang pria, antara lain adalah:
– Varikolel
– Diabetes Melitus
– Parotitis
– Penyakit – penyakit kelamin

4. Faktor-Faktor Lain
Dalam hal ini ada beberapa faktor yang menyebabkan kemandulan pada seorang pria, misalnya:

– Faktor suhu, berpengaruh langsung terhadap proses spermatogenesis. Misalnya pada pekerja-pekerja yang  ditempatkan pada tempat-tempat tertentu dengan suhu tinggi, dalam jangka waktu yang cukup lama.

– Faktor radiasi, ini terdapat pada orang-orang yang bekerja pada tempat-tempat yang berhubungan secara langsung dengan radiasi. Misalnya, pegawai-pegawai yang ditempatkan dibagian rontgen. Jika mereka kurang hati-hati dalam bekerja seperti tidak memakai alat pengaman, maka besar kemungkinan akan terkena radiasi.

Baca Juga :