Internasionalisasi Unsri Melalui Jurnal

Internasionalisasi Unsri Melalui Jurnal

Internasionalisasi Unsri Melalui Jurnal

Internasionalisasi Unsri Melalui Jurnal
Internasionalisasi Unsri Melalui Jurnal

Guna menguatkan jurnal supaya terakreditasi Science and Technology Index Pendidikan Tinggi

(SINTA Dikti), Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) LPPM Unsri menggelar Seminar dan Workshop Tata Kelola Jurnal Unsri. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Doktor Pascasarjana Unsri Bukit Besar Palembang, Sabtu (23/11).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Asesor Nasional, sebagai Asesor Substansi yaitu Prof. Dr. Zulkardi, M.I.Komp., M.Sc, sebagai Asesor Manajemen yaitu Deris Stiawan, M.T., Ph.D. dilengkapi dengan narasumber dari ICT Unsri yaitu Rudi, S.Kom.

Menurut Kepala PIP, Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si, kegiatan ini merupakan salah satu program

unggulan PIP LPPM Unsri yang bertujuan untuk pendampingan, pengusulan akreditasi ulang dan pembuatan jurnal baru. Di awal tahun 2019, jurnal Unsri berjumlah 84 jurnal, dimana hanya 13 jurnal yang terakreditasi SINTA Dikti.

“Kegiatan ini dihadiri oleh 43 pengelola jurnal, perwakilan pimpinan Universitas dan Fakultas, perwakilan Koordinator Program Studi (KorProdi) di lingkungan Unsri,” ungkap Ratu.

Ratu menyebut, adapun 13 jurnal yang terakreditasi SINTA Dikti, yaitu satu jurnal yang sudah terindex Scopus

yaitu Journal on Mathematics Education (JME), dan dua Jurnal yang terakreditasi SINTA 2 yaitu Jurnal Pendidikan Matematika (JPM), dan Sriwijaya Law Review, dan 10 lainnya SINTA 3 dan SINTA 4. Selebihnya, jurnal di Unsri belum terakreditasi SINTA Dikti bahkan ada yang mati suri.

“Namun sejak adanya PIP LPPM Unsri. Jurnal di Unsri yang terakreditasi SINTA Dikti meningkat, melalui program percepatan akreditasi jurnal ilmiah elektronik dari Kemenristekdikti yang merupakan hibah Dikti yang dimenangkan oleh PIP Unsri telah menghasilkan 29 jurnal baru yang terakreditasi SINTA Dikti dimulai dari SINTA 3 sampai SINTA 6. Dengan demikian jurnal unsri yang terakreditasi SINTA Dikti menjadi 42 jurnal,” paparnya.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/