Jadi Kepala LIPI, Handoko Diminta Jokowi Lakukan 3 Misi Ini

Jadi Kepala LIPI, Handoko Diminta Jokowi Lakukan 3 Misi Ini

Jadi Kepala LIPI, Handoko Diminta Jokowi Lakukan 3 Misi Ini

Jadi Kepala LIPI, Handoko Diminta Jokowi Lakukan 3 Misi Ini
Jadi Kepala LIPI, Handoko Diminta Jokowi Lakukan 3 Misi Ini

Presiden Joko Widodo punya pesan khusus kepada Laksana Tri Handoko.

Dia baru saja dilantik sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kamis (31/5).

Ada tiga prioritas utama yang diminta Jokowi kepada Handoko. Yakni soal pangan dan pertanian, air, serta energi.

“Ada, prioritas penelitian Pemerintah di bidang Pangan dan Pertanian. Ini adalah yang menjadi dominan karena di dalamnya adalah food teknologi dan food security. Ini menjadi hal penting,” ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menyampaikan pesan Jokowi ketika memberikan sambutan di Auditorium Utama LIPI, Jakarta, Kamis (31/5).

“Kedua, di bidang water atau air. Kebutuhan air menjadi penting

karena merupakan kebutuhan pokok,” lanjutnya.

Terakhir, lanjut Nasir adalah di bidang energi. Energi menurutnya bisa mengembangkan new renewal energy yaitu pengembangan biotermal, di solar ataupun sel dan semuanya harus dikembangkan.

“Presiden selalu mengatakan tiga hal ini, ternyata inovasi di bidang pangan pertanian di LIPI cukup bagus. Kami lagi mengembangkan yang dari LIPI adalah Padi Gogo bahkan yang paling hebat lagi adalah pengembangan sapi,” terang Nasir.

“Sapi di Indonesia yang diolah peneliti tidak kalah dengan sapi Australia

. Kita bisa punya sapi yang gemuknya umur 3 tahun dengan berat 1 ton. Ini yang disebut inovasi,” tambahnya.

Ke depan, Nasir berharap LIPI dapat menjadi tulang punggung pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Sebab, lembaga inilah yang dapat menangani bidang sains dan teknologi maupun sosial khususnya riset.

Selama ini, lanjut Nasir, penelitian hanya berhenti dipublikasi saja sehingga biayanya mahal. Padahal bagi pemerintah itu tidaklah cukup lantaran harus menghasilkan sebuah Inovasi.

“Maka riset dan penelitian yang dilakukan harus bisa menghasilkan inovasi yang mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat. Baik masyarakat indistri maupun non Industri,” pungkasnya.

 

Baca Juga :