Konsep Evaluasi, Pengertian, Tujuan Evaluasi, Fungsi Evaluasi

Konsep Evaluasi, Pengertian, Tujuan Evaluasi, Fungsi Evaluasi – Secara harfiah kata penilaian berasal dari bahasa Inggris evaluation; dalam bahasa Arab; al-taqdir; dalam bahasa Indonesia berarti; penilaian. Akar katanya ialah value; dalam bahasa Arab; al-qimah; dalam bahasa Indonesia berarti; nilai.

Dalam Wikipedia Evaluasi (bahasa Inggris:Evaluation) ialah proses penilaian. Dalam perusahaan, penilaian dapat ditafsirkan sebagai proses pengukuran bakal efektifitas strategi yang dipakai dalam upaya menjangkau tujuan perusahaan. Data yang didapatkan dari hasil pengukuran itu akan dipakai sebagai analisis kondisi program berikutnya.

Secara garis besar, proses penilaian terbagi menjadi di mula (pretest) dan diakhir (posttest). Pretest adalahsebuah penilaian yang diselenggarakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sedangkan, posttest merupakan penilaian yang diselenggarakan untuk menyaksikan tercapainya destinasi dan dijadikan sebagai masukan guna analisis kondisi berikutnya.

Evaluasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar ruangan. Evaluasi yang diselenggarakan di dalam ruangan pada umumnya memakai metode riset laboratorium dan sampel bakal dijadikan sebagai kumpulan percobaan. Kelemahannya, realisme dari cara ini tidak cukup dapat diterapkan. Sementara, penilaian yang diselenggarakan di luar ruangan akan memakai metode riset lapangan dimana kumpulan percobaan tetap tidak dipedulikan menikmati kemerdekaan dari lingkungan sekitar. Realisme dari cara ini lebih bisa diterapkan dalam kehidupansehari-hari.

Untuk mencapai penilaian tersebut dengan baik, dibutuhkan sejumlah langkah yang mesti dilewati yakni menilai persoalan secara jelas, mengembangkan pendekatan permasalahan, memformulasikan desain penelitian, mengerjakan penelitian lapangan untuk mengoleksi data, meneliti data yang diperoleh, dan keterampilan menyampaikan hasil penelitian.

B. Tujuan Evaluasi

Berdasarkan keterangan dari Suharsimi Arikunto (2004 : 13) terdapat dua tujuan penilaian yaitu destinasi umum dan destinasi khusus. Tujuan umum ditunjukkan kepada program secara keseluruhan sementara tujuan eksklusif lebih difokuskan pada setiap komponen. Implementasi program mesti senantiasa di penilaian untuk menyaksikan sejauh mana program itu telah sukses mencapai maksud pengamalan program yang telah diputuskan sebelumnya. Tanpa adanya evaluasi, program-program yang berlangsung tidak bakal dapat disaksikan efektifitasnya.

Dengan demikian, kebijakan-kebijakan baru berkaitan dengan program tersebut tidak bakal didukung oleh data. Karenanya, penilaian program bertujuan untuk meluangkan data dan informasi serta rekomendasi untuk pengambil kepandaian (decision maker) untuk menyimpulkan apakah bakal melanjutkan, membetulkan atau menghentikan suatu program.

Ditinjau dari bentuk-bentuk evaluasi, maka penilaian bertujuan untuk, penilaian formatif guna bertujuan guna perbaikan dan pengembangan pekerjaan yang sedang berjalan, sedang penilaian sumatif bertujuan guna pertanggungjawaban, keterangan, seleksi dan lanjutan. Berdasarkan keterangan dari Stufflebeam yang membagi penilaian kepada proactive evaluation, yaitu melayani pemegang keputusan, sementara retroactive evaluation bertujuan untuk kebutuhan pertanggungjawaban.

Jadi, penilaian hendaknya bertujuan dalam menolong pengembangan, implementasi, keperluan suatu program, perbaikan program, pertanggungjawaban, seleksi, motivasi, meningkatkan pengetahuan dan sokongan dari stakeholders.

Salah satu tujuan penilaian (Sujono, 2007 : 25) merupakan;

  • Untuk mendapat dasar untuk pertimbangan akhir sebuah periode kerja, apa yang sudah dicapai, apa yang belum dicapai, dan apa yang butuh mendapat perhatian khusus.
  • Untuk menjamin teknik kerja yang efektif dan tepat guna yang membawa organisasi pada pemakaian sumber daya yang dipunyai secara efesien dan ekonomis.
  • Untuk memperoleh kenyataan tentang kesulitan, hambatan, penyimpangan disaksikan dari aspek-aspek tertentu.

C. Fungsi Evaluasi

Adapun fungsi penilaian program Berdasarkan keterangan dari scriven (1967:225) ialah sebagai berikut:

  • Fungsi Formatif yakni evaluasi digunakan untuk perbaikan dan pengembangan pekerjaan yang sedang berlangsung (program, orang, produk, dsb).
  • Fungsi sumatif yakni evaluasi digunakan untuk pertanggungjawaban, keterangan, seleksi atau lanjutan. Jadi penilaian hendaknya menolong pengembangan, implementasi, keperluan suatu program, perbaikan program, pertanggungjawaban, seleksi, motivasi, meningkatkan pengetahuan dan sokongan dari mereka yang terlibat.
  • Fungsi diagnostik yaitu guna mendiagnostik suatu program

Stuffebeam mengaku ada dua fungsi penilaian program, yaitu:

  • Proactive Evaluation yaitu penilaian program yang dilaksanakan untuk melayani pemegang keputusan
  • Retroactive Evaluation yaitu penilaian program yang dilaksanakan untuk kebutuhan pertanggung jawaban.

Sumber : https://tinyurl.com/yb3neqyd