Mahasiswa IPB Ajak Ratusan Siswa ke Museum Peta

Mahasiswa IPB Ajak Ratusan Siswa ke Museum Peta

 

Mahasiswa IPB Ajak Ratusan Siswa ke Museum Peta

Mengajak anak muda untuk memiliki ketertarikan terhadap tempat-tempat wisata bersejarah seperti museum, puluhan mahasiswa Ekowisata angkatan 53 Diploma IPB mengajak ratusan pelajar se-Kota Bogor ikut dalam kegiatan Gelorakan Cinta Museum, di Museum Peta, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor Senin (11/12/2017).

Ketua panitia

Ahmad Al-Fath Dani mengatakan event yang dilakukannya bersama satu angkatan di Ekowisata IPB semester 5 merupakan bagian dari tugas mata kuliah program Manajemen dan Event Wisata.

Kota Bogor

Pasalmya lewat event yang sengaja diselenggarakan di salah satu tempat wisata khas Kota Bogor namun sudah jarang dikunjungi masyarakat ini, pihaknya ingin kembali mengajak masyarakat untuk mengunjungi Museum Peta dan mengambil manfaat serta ilmu sejarah dari tempat ini yang dikemas melalui banyak kegiatan.

Banyaknya tempat-tempat wisata alam saat ini membuat daya tarik masyarakat

Khususnya anak muda menjadi kurang tertarik berkunjung ke tempat wisata seperti museum. Saat ini museum sudah jarang dikunjungi, makanya kami ingin dengan ini menjadi pelopor meningkatkan daya tarik kembali masyarakat berkunjung ke museum,” katanya.

Pihaknya pun, mengundang kurang lebih sepuluh sekolah di Kota Bogor dengan total hampir ratusan pelajar untuk berpartisipasi. Mereka juga sekaligus sebagai peserta yang mengikuti sejumlah lomba yang telah dikemas secara menarik oleh mahasiswa IPB Diploma.

Sebut saja, lomba menyanyi

Lomba menggambar, cerdas cermat dan juga lomba puisi yang semuanya bertemakan atau berkaitan dengan tema pahlawan. Awalnya, lanjut Al-Fath, event tersebut diagendakan bertepatan dengan Hari Pahlawan. “Makanya tema kami pahlawan, tempatnya pun mendukung. Tapi sayang, karena beberapa kendala jadi baru dapat dilakukan Desember ini,” ujar Al-Fath.

Tak ayal

Tidak terlalu banyak persyaratan atau aturan untuk mengikuti lomba. Sebab berbagai keperluan sudah disiapkan, peserta yang notabennya anak-anak SD dan SMP hanya tinggal menyiapkan alat gambar untuk kategori lomba mengambar.

“Kami berharap dengan ini makin banyak event anak muda yang diselenggarakan di tempat-tempat wisata yang sudah jarang dikunjungi namun memiliki nilai sejarah,” pungkasnya.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/