Netty Heryawan : Anak Investasi Masa Depan

Netty Heryawan Anak Investasi Masa Depan

Netty Heryawan : Anak Investasi Masa Depan

Netty Heryawan Anak Investasi Masa Depan
Netty Heryawan Anak Investasi Masa Depan

BANDUNG-Secara terminologis, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun

, termasuk yang masih dalam kandungan, harus mendapatkan jaminan dalam proses dan perjalanan pembangunan. Maka harus disepakati bersama bahwa semua anak di Indonesia bahkan diseluruh dunia merupakan investasi masa depan bangsa.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Anak Dan Perempuan (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan saat menjadi keynote speaker pada Sosialisasi Pengembangan Kota Layak Anak bagi Gugus Tugas Pengembangan Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2015 di Aula BP3AKB Prov. Jawa Barat Bandung, Rabu (15/4), mengatakan, pada kenyataanya saat ini orangtua yang secara tidak sengaja menjerumuskan anak-anak dengan globalisasi tanpa adanya pendampingan dan edukasi.

“Gadget dan televisi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi selain absennya

orangtua dalam pola asuh dan tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Untuk mempercepat program nasional bagi Anak Indonesia tahun 2015, menurut Netty, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak telah menyusun kebijakan pengembangan Kab/Kota Layak Anak. Kota layak anak merupakan suatu strategi pembangunan Kab/Kota dalam mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, dunia usaha dan masyarakat yang terencana dan berkelanjutan dalam program kegiatan pemenuhan hak anak.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak

dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Prov. Jawa Barat Neny Kencanawati mengatakan lahirnya kebijakan kota layak anak harus mencakup aspek kesesehatan, aspek perlindungan, aspek pendidikan, aspek lingkungan, aspek pembiayaan dan aspek ketenagakerjaan.

Selain itu, Neni mengatakan tujuan dilaksanakan sosialisasi ini adalah unyuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya mempercepat terwujudnya Kota Layak Anak ditingkat Provinsi dan Kab/kota dan membangun komitmen, partisipasi dan peran aktif para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Kota Layak Anak di wilayahnya.

Di akhir sambutannya, Netty berharap harus adanya kerjasama dari berbagai pihak sehingga segala upaya dan pencegahan dapat dilakukan dengan baik. Agar peradaban bangsa dapat terjaga dan mempunyai sumber daya manusia yang unggul siap bersaing.

Baca Juga :