NUTRISI TEPAT SAAT SAHUR DAN BERBUKA UNTUK SI KECIL

NUTRISI TEPAT SAAT SAHUR DAN BERBUKA UNTUK SI KECIL

Hi Ibu, ketika berpuasa sudah tiba nih! Nah, seringkali seluruh anggota keluarga hendak menjalankan ibadah puasa bersamaan. Tidak ketinggalan pula si Kecil yang hendak mencoba berpuasa laksana anggota family lainnya. Namun Ibu, pastinya perlu memperhatikan sekali kecukupan asupan energi dan gizi si Kecil sekitar masa puasa ini, supaya si kecil tetap bisa terpenuhi kebutuhannnya guna proses tumbuh-kembang optimalnya ya Bu.

Tentunya Ibu sudah memahami bahwa guna tumbuh kembang optimal, tubuh si Kecil memerlukan zat gizi menyeluruh dan sebanding yang dapat menyerahkan kecukupan asupan energi Si Kecil masing-masing harinya. Di samping karbohidrat dari bahan makanan pokok (seperti nasi atau penggantinya) sebagai sumber energi utama, si Kecil memerlukan asupan protein dan lemak berupa lauk pauk hewani laksana ikan, telur, daging, tahu atupun tempe dan protein nabati produk olahan susu.

Ketiga gizi itu harus dilengkapi dengan asupan vitamin dan mineral yang sumber utamanya dari sayur dan buah serta bahan makanan sehat guna anak yang diperkaya seperti susu, supaya dapat dimanfaatkan tubuh si Kecil guna proses tumbuh-kembangnya. Ibu mesti menyerahkan makanan sehat guna anak guna penuhi keperluan gizi si Kecil.

Intinya, pemenuhan energi dan gizi si Kecil melewati asupan makanan dan minumannya sepanjang hari seringkali bisa dipecah dalam tiga kali santap utama dan dua-tiga kali selingan. Maka, sekitar berpuasa butuh disesuaikan menjadi dua kali santap utama dan dua kali selingan, sebab terbatasnya waktu guna makan. Di samping penyesuaian frekuensi hidangan makannya, maka pun perlu dicocokkan dengan jadwal waktu santap yang bertolak belakang dari biasanya, yaitu dibuka dengan jadwal santap waktu maghrib atau berbuka hingga dengan masa-masa sahur. Jangan lupa menyerahkan makanan sehat guna anak masing-masing harinya.

Sementara itu, guna jenis makanan sehat guna anak tidak terdapat perbedaan dan tetap mesti terdiri dari bahan makanan yang dapat meluangkan asupan energi dan zat gizi yang menyeluruh seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Tak melulu itu saja, Ibu pun perlu menyerahkan perhatian lebih pada asupan cairan dan serat guna mencegah supaya si kecil tidak mengalami kelemahan cairan dan susah BAB.

Saat berbuka, usahakan si Kecil mengawali dengan makanan selingan laksana camilan manis yang ditemani dengan minum air putih atau teh hangat supaya dapat segera mengganti kelemahan cairan tubuh dan rendahnya kadar gula darah dampak lebih dari 12 jam berpuasa. Selanjutnya, setelah berlalu ikut menjalankan ibadah shalat maghrib, Ibu pun abisa menyuruh si Kecil guna turut menyantap santap sehat guna anak bareng anggota family lainnya, yang terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur dan buah serta air putih.

Setelah beristirahat seraya bermain, sebelum istirahat si Kecil juga dapat menyantap makanan sehat guna anak laksana kue, atau buah dan segelas susu, supaya dapat istirahat dengan nyenyak. Ingat Ibu, dengan istirahat nyenyak, maka proses tumbuh-kembang si Kecil bisa dirangsang supaya lebih optimal. Nah, bagaimana dengan sahurnya? Saat sahur usahakan supaya dapat disiapkan menu masakan yang mudah dipahami (dikunyah dan ditelan dengan mudah) oleh si Kecil serta tetap bergizi ya bu. Sebaiknya Ibu memilih menu makanan yang berisi karbohidrat, protein, serat ,vitamin serta mineral.

Pada ketika sahur Ibu dapat memberikan makanan yang berisi karbohidrat kompleks supaya bisa dipahami lebih lama oleh Si Kecil. Ibu dapat memberikan nasi merah, ubi, pisang dan kacang hijau supaya si Kecil dapat kenyang lebih lama. Ibu pun harus menyiapkan makanan yang berisi protein laksana ikan, daging dan ayam. Protein baik guna tumbuh kembang si Kecil serta menolong lambungnya guna kenyang lebih lama. Penuhi keperluan serat si Kecil dengan sayur dan buah-buahan guna memperpanjang penyerapan gula yang tolong peningkatan daya fokus anak ketika perut kosong nyaris seharian. Serta yang terakhir ibu dapat memberikan susu yang kaya bakal kalsium untuk menolong pertumbuhan tulang dan giginya.

Biarkan si Kecil mengurungkan puasanya sesaat dengan hidangan selingan dan segelas air putih atau susu, dan lantas berlatih puasa lagi hingga waktunya berbuka bareng keluarga.

Agar si Kecil dapat teralihkan perhatiannya dari rasa lapar yang mengganggunya di siang hari, Ibu dapat menyuruh si Kecil untuk menolong menyiapkan makanan selingan dan makanan sehat guna anak dan keluarga guna berbuka atau sahur. Diharapkan dengan memboncengkan si Kecil dalam merencanakan menu hidangan maka si Kecil akan energik menunggu waktu guna dapat mencicipi hidangan yang menantinya ketika berbuka dan sahur. Di samping itu, usahakan supaya tersedia masa-masa yang lebih banyak untuk si Kecil untuk menguras hidangan makanannya di masing-masing saat, terutama ketika sahur.

Itulah informasi mengenai makanan sehat guna anak yang bernutrisi guna sahur dan berbuka yang baik guna si Kecil. Semoga berfungsi untuk mengajar si Kecil berpuasa tanpa menghambat proses tumbuh-kembang optimalnya.

Sumber : https://www.tonstudio-forum.de/wcf/acp/dereferrer.php?url=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id