Posted in: Umum

penetapan pemimpin kerajaan Turki Ustmani pada tahun 1300 M

PERLUASAN WILAYAH TURKI UTSMANI

Usaha penaklukkan wilayah.

Setelah penetapan pemimpin kerajaan Turki Ustmani pada tahun 1300 M, perluasan wilayah pun sudah di lakukan. Usman I melakukan perluasan wilayah Dinasti Utsmani dengan cara mengirimkan surat-surat kepada Raja-raja kecil guna memberitahukan bahwa ia sekarang adalah seorang Raja. Usman I memberikan beberapa pilihan kepada mereka, yaitu, memeluk agama islam, membayar jizyah atau perang. Setelah surat itu dibaca, beberapa memilih untuk masuk islam, ada juga yang membayar jizyah, dan ada juga yang tetap bertahan dalam wilayah mereka.
Dalam menghadapi musuh, di bentuklah suatu pasukan yang mendukung suksesnya dalam ekspansi wilayah yang akan di lakukan. Pasukan itu di kenal dengan nama Inkisariyah (janissary), pasukan ini terkenal sangat sigap dan tangguh. Pasukan ini terdiri dari penduduk Georgia dan Armenia yang baru masuk islam. Dengan adanya pasukan tersebut kerajaan Turki Ustmani terlihat sangat percaya diri dalam melakukan ekspansi wilayah hingga menyentuh daerah-daerah non-muslim.

B. Ekspansi wilayah kerajaan.
Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai pemimpin kerajaan Turki ia langsung melakukan penyerangan terhadap perbatasan Byzantium. Dan hingga pada tahun 1324 Broessa berhasil di taklukkan. Dan di jadikan sebagai ibu kota pada tahun 1326 masa Orkhan, selain Bursa, pemerintahan Orkhan juga berhasil menaklukkan Izmir (Asia kecil) dan Ankara.
Sedang pada masa Murad I ekspansi wilayah terjadi lebih besar lagi dari pada kepemimpinan sebelumnya, setelah memantapkan kedudukannya di Eropa, rezim Utsman mendatangkan tentara dalam jumlah yang sangat besar ke negeri Balkan dan berhasil menaklukannya. Penaklukkan wilayah juga mencapai Andrianopel (sekarang benama Edirne,Turki), Macedonia, Sofia (ibu kota Bulgaria), dan seluruh wilayah Yunani. Melihat kemenangan ini, lawan kemudian menyusun strategi untuk mengalahkan kerajaan Turki, hingga menewaskan sang Raja, namun tetap kemenangan berada di tangan Dinasti Ustmani. Dan kepemimpinan di lanjutkan oleh sang anak yaitu Bayazid I.
Bayazid I : dapat merebut Benteng Philadelpia dan Gramania atau kirman (Iran). Perlawanan dari Eropa yang di pimpin oleh raja Hongaria Sijismond dan bergabung dengan tentara Jerman dan Perancis. Pertempuran terjadi di Nicopolis (25 september 1396). Dan pada akhirnya Eropa menerima kekalahan terparahnya. Kemudian pada tahun 1402 di serang oleh pasukkan Timur Lenk (penguasa Mongol) dengan jumlah kira-kira 800.000 orang, sedangkan pada pihak Dinasti Utsmani hanya 120.000 pasukan. Dan akhirnya Dinasti Utsmani kalah hingga mengakibatkan Bayazid I di tahan di penjara hingga tewas. Karena kekalahan ini hampir seluruh wilayah Turki Utsmani jatuh ke tangan Timur Lenk.
Kekalahan ini juga menyebabkan terpecahnya putra-putra kerajaan. Muhammad I, Isa, Sulaiman, dan Musa. Dan pada akhirnya Muhammad I berhasil menundukkan saudara-saudara nya dan memimpin kerajaan. Muhammad I mencoba mengembalikan Wilayah Dinasti Utsmani yang sebelumnya jatuh ke tangan Timur Lenk.
Tahun 1421, Muhammad I meninggal dunia dan di gantikan oleh Murad II. Pada masa ini ekspansi wilayah di lanjutkan dan wilayah yang berhasil di tundukkan adalah Venessia, Salonika dan Hongaria.
Puncak perluasan wilayah Dinasti Utsmani terjadi pada masa pemerintahan Muhammad II atau yang sering di kenal dengan gelar Sang Penakluk (Al-Fatih). Pada masanya di lakukan perluasan kekuasaan Islam secara besar-besaran. Prestasi yang sangat membanggakan yaitu dengan di taklukannya kota penting (Costantinopel) yang saat itu merupakan ibu kota kerajaan Romawi Timur (1453). Penaklukkan ini mengantarkan kerajaan pada suatu era baru yang besar. Raksasa baru ini berdiri mengangkang di Bosporus, satu kakinya berada di Asia dan satu lagi berada di Eropa. Setelah di taklukkan dan menjadi wilayah Islam, nama Costantinopel di ubah namanya menjadi Istanbul yang berarti (tahta islam). Dan karena ibu kota romawi timur berhasil di taklukkan akhirnya hal ini memudahkan dinasti Utsmani dalam penaklukkan wilayah-wilayah di bawahnya, yaitu Serbia dan Albania.
Ada beberapa hal yang menyulut semangat para pahlawan-pahlawan islam dalam penaklukkan kota Kostantinopel (Istanbul) :
• Karena dorongan iman kepada Tuhan yang maha esa, sekaligus di dorong dengan hadits Nabi, bahwa nantinya umat Islam akan berhasil menaklukannya.
• Karena costantinopel merupakan pusat peradaban dan kebudayaan.
• Keindahan kotanya, serta letaknya yang sangat strategis yaitu sebagai penghubung antara dua benua besar yaitu Asia dan Eropa.

Sumber: https://vds.co.id/