Perpaduan Literasi dan Musik di The Readers Fest

Perpaduan Literasi dan Musik di The Readers Fest

Perpaduan Literasi dan Musik di The Readers Fest

Perpaduan Literasi dan Musik di The Readers Fest
Perpaduan Literasi dan Musik di The Readers Fest

Festival buku “The Readers Fest 2018” diselenggarakan untuk pertama kalinya pada 1-7 Oktober 2018, d

i gedung Tjipta Niaga, Kota Tua, Jakarta. Mengusung tema ‘Selebrasi Literasi dan Musik dalam Festival’, festival yang menggabungkan bazar buku, talkshow, dan pagelaran musik menghadirkan sejumlah bintang tamu dan musisi indie.

Event Director The Readers Fest 2018, Lingga Wastu mengatakan, dengan konsep yang terbilang unik, acara ini digelar sebagai salah satu bagian Gramedia.com untuk menjangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat agar terus membaca.

Menurut data statistik UNESCO, dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah. Peringkat 59 diisi Thailand dan peringkat terakhir diisi Botswana. Sedangkan Finlandia menduduki peringkat pertama dengan tingkat literasi yang tinggi, hampir mencapai 100 persen.

“Kita tahu di Indonesia banyak sekali bazar buku. Tapi di sini, kita ingin refresh brand kita yang sedang ingin menggaet kalangan milenial, dengan menggabungkan literasi dan musik, agar mereka tertarik dan mengetahui seberapa pentingnya membaca,” terangnya saat dijumpai di taklimat media, Festival buku The Readers Fest 2018, Jumat (5/10).

Lebih dari itu, festival ini akan menyuarakan campaign #LebihDenganMembaca. Sehingga,

pesan dan semangat membaca buku bisa tersebar ke seluruh Indonesia melalui sosial media.

“Ingin lebih sukses, kamu bisa membaca buku-buku dari pemimpin dunia, ingin lebih pintar, kamu bisa membaca buku pelajaran atau ensiklopedia umum. Intinya kita ingin meningkatkan minat baca di Indonesia melalui pesan lebih dengan membaca,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pegiat literasi Maman Suherman menyambut baik festival ini. Menurutnya, semakin banyaknya festival dan bazar buku terselenggara, semakin tumbuh minat baca masyarakat.

“Indonesia sebenarnya punya DNA membaca. Tapi alasan banyak yang malas membaca adalah

karena akses dan ketersediaan buku itu jarang dan harganya cukup mahal. Dengan ajang ini, terdapat akses buku yang jarang, dan harga. Saya dukung acara ini, banyak diskon sampai 92 persen, dan dengan media musik, dapat menunjukkan bahwa buku bukan benda mati. Buku bisa diolah menjadi musikalisasi, ataupun film,” terangnya.

Maman Suherman juga turut berpartisipasi untuk mengisi acara talkshow, bersama beberapa nama inspiratif lainnya seperti, Najwa Shihab, Sapardi Djoko Damono, Wregas Bhanuteja, Gunawan Maryanto, dan Bernard Batubara.

Sedangkan untuk para musisi yang akan tampil adalah Mondo Gascaro, NonaRia, Semenjana, Tuantigabelas, Later Just Find, dan Deredia. Tak hanya itu, selama acara berlangsung, akan ada diskon 1.200 judul buku secara besar-besaran, mulai dari harga Rp 10.000, Rp 20.000, dan Rp 30.000.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/