Rapimnas II Akbarindo Ajak Anggotanya Miliki Sertifikasi

Rapimnas II Akbarindo Ajak Anggotanya Miliki Sertifikasi

Rapimnas II Akbarindo Ajak Anggotanya Miliki Sertifikasi

 

Rapimnas II Akbarindo Ajak Anggotanya Miliki Sertifikasi

Rapat Pimpinan Nasional

Asosiasi Kontraktor Bangunan Kontruksi Indonesia (Akbarindo) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II di Hotel Salak Heritage, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Rabu (11/04/2018).

Rapimnas yang dihadiri hampir 50 anggota Akbarindo seluruh Indonesia ini membahas peningkatan kinerja anggota Akbarindo sekaligus mempersiapkan akreditasi Asosiasi dan Konstruksi sesuai arahan di UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Badan Pimpinan Nasional

Ketua Umum Badan Pimpinan Nasional (BPN) Akbarindo Agusti Mirawar mengatakan, agenda besar Rapimnas ini mengajak seluruh asosiasi yang ada di Akbarindo yang ada di setiap provinsi/kota/kabupaten untuk mempersiapkan pengajuan akreditasi atau sertifikat. Hal ini dilakukan agar jangan sampai terlambat mengajukan akreditasi mengingat hal ini sangat dibutuhkan.

“Untuk mendapatkan sertifikat badan usaha itu, setiap badan usaha harus memiliki satu orang tenaga terampil dan dua atau tiga orang tenaga ahli. Anggota Akbarindo sudah mempunyai orang-orang yang memang terampil dan ahli untuk memenuhi persyaratan tersebut,” ujarnya.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, jumlah badan konstruksi yang ada di Indonesia sekitar 127 ribu. Angka ini di dominasi badan konstruksi kecil sebanyak 84 persen, menengah 14 persen dan besar hanya 1 persen saja. Sehingga terlihat jelas ketimpangannya karena lebih banyak konstruksi kecil. Maka tantangan kedepan asosiasi terkhusus Akbarindo harus siap untuk bersertifikasi, selain memang hukumnya wajib. “Kalau tidak dilaksanakan atau tidak memiliki sertifikasi Akbarindo akan kalah dengan asosiasi lain,” ujarnya.

Sementara itu

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan dukungannya terkait sertifikasi bagian badan konstruksi. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sangat membutuhkan jasa konstruksi dan konsultan disetiap rencana pembangunannya. Apalagi proporsi anggaran belanja barang dan jasa tahun ini sekitar Rp. 800 Miliar. Namun, dirinya tetap mengingatkan agar antara asosiasi memiliki komunikasi yang baik dan mengikuti setiap aturan dan prosedur yang ada.

“Untuk Akbarindo yang ada di Kota Bogor silahkan berkontribusi untuk pemerintah dan masyarakat kota ini, mudah mudahan kualitas yang dihasilkan oleh seluruh Akbarindo ini yang berkesempatan mendapatkan barang dan jasa dari Pemerintah Kota Bogor tidak mengecewakan kami di pemerintahan dan tentunya masyarakat Kota Bogor,” kata Usmar.

 

Sumber : https://portal.iro.unsoed.ac.id/manajemen/seni-rupa-murni-contoh-jenis-dan-gambarnya/