Rukun dan Syarat Qardh
Posted in: Pendidikan

Rukun dan Syarat Qardh

Rukun dan Syarat Qardh

Rukun dan Syarat Qardh

  1. Rukun dan qardh

Ada beberapa rukun yang harus dipenuhi dalam akad qardh ini. Apabila rukun tersebut tidak terpenuhi, maka akad qardh akan batal.rukun tersebut adalah.

  1. Pihak peminjam (muqhtaridh)

Pihak peminjam yaitu orang yang meminjam dana utang kepada pihak pemberi pinjaman.

  1. Pihak pemberi pinjaman (muqridh)

Pihak pemberi pinjaman yaitu orang atau badan yang memberikan pinjaman dana atau utang kepada pihak peminjam.

  1. Dana (Qardh) atau barang yang dipinjam (muqhtaridh)

Dana atau barang disini yang dimaksud adalah sejumlah uang atau barang yang dipinjamkan kepada pihak peminjam.

  1. Ijab qabul (shigat)

Karena utang piutang sesungguhnya merupakan transaksi (akad), maka harus dilaksanakan melalui ijab dan qabul yang jelas, sebagaimana jual beli dengan menggunakan lafadz qardh.

  1. Syarat-syarat Qardh

Dikutip dari buku karya Imam Mustafa Wahbah al-Zuhaili menjelaskan bahwa secara garis besar ada empat syarat yang harus dipenuhi dalam aqad qardh, yaitu:

  1. Akad yang dilakukan dengan shigat ijab qabul atau bentuk lain yang dapat menggantikannya, seperti mustah (akad dengan tindakan/saling memberi dan saling mengerti).
  2. Kedua belah pihak yang terlibatakad harus cakap hukum (berakal, baligh dan tanpa paksaaan). Berdasarkan syarat ini, maka qardh sebagai akad tabaru’ (berderma/sosial, maka akad qardh yang dilakukan anak kecil, orang gila, orang bodoh atau orang yang dipaksa, maka hukumnya tidak sah.
  3. Menurut kalangan Hanfiyah, harta yang dipinjamkan haruslah harta yang ada padanya di pasaran , atau padanan nilainya (mitsal), sementara menurut jumhur ulama, harta apa saja yang dijadikan tanggungan.
  4. Ukuran, jumlah, jenis dan kualitas harta yang dipinjamkan harus jelas agar mudah untuk dikembalikan. Hal ini untuk menghindari perselisihan antara pihak yang melakukan akad qardh.

Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/