SEPUTAR ALAT PELEDAK GRANAT
Posted in: Pendidikan

SEPUTAR ALAT PELEDAK GRANAT

SEPUTAR ALAT PELEDAK GRANAT

SEPUTAR ALAT PELEDAK GRANAT
SEPUTAR ALAT PELEDAK GRANAT

Dalam peperangan manapun, granat banyak digunakan. Alat ledak ini cukup praktis, mengapa? Sebab ia bisa dibawa kemana saja, sebab beban granat tidak seberat bahan peledak lainya.

Setiap orang sudah tak asing lagi mendengar kata granat, tapi tak setiap orang pernah menggunakanya. Penggunaan granat sebagai senjata tempur dianggap cukup mampu untuk memporak-porandakan musuh.

Granat tangan atau granat genggam adalah bom yang dipegang dengan tangan, dan dilempar. Sebutan granat (untuk bahasa Indonesia) berasal dari bahasa inggris-“grenade”. Granat juga berasal dari bahasa Spanyol “granada” (buah delima), sebutan ini karena ukuran granat genggam generasi awal sebesar buah delima, juga karena kandungan serpihan granat tangan mirip dengan bijih dalam buah itu.

Pada dasarnya geranat adalah bom kecil. Bila sumbunya dinyalakan, sumbu tersebut akan terbakar, sehingga serbuk-serbuk mesiu akan meledak. Granat memilliki fungsi sumbu bakar pada mercon diganti dengan detonator yang memiliki sistem peledakan mekanis dengan per (spring).

Granat klasik mempunyai pemegang dan pin pengaman yang mencegah meledaknya granat secara tidak sengaja jika jatuh. Setelah pin pengaman dilepas dan granat dilempar, granat akan meledak dalam waktu tunda (delay time) empat detik. Terkait waktu tunda itu, pemakai granat harus memperhitungkan selang waktu antara pelemparan dengan terjadinya ledakan. Setelah itu granat digenggam dan pin pengaman dilepas, namun tangkai pengaman yang menahan detonator harus tetap dipegang. Tangkai ini otomatis akan melenting jika granat dilemparkan, melepaskan mekanisme pengetuk yang meledakkan detonator.

Setelah meledak, granat akan menyebarkan serpihan logam yang sangat berbahaya dalam radius jangkauan ledakannya. Jika lemparan yang dilakukan tak cukup jauh, pelempar justru bisa menjadi korban senjata makan tuan. Langkah keselamatan dasarnya adalah senantiasa melempar granat dari tempat terlindung. Dengan begitu, seandainya lemparan tak cukup jauh, pelempar masih terlindung dari efek ledakan.

Selain dilemparkan ke musuh granat juga sering digunakan sebagai ranjau darat. Caranya dengan membuka pin pengaman dan menahan tangkai dengan alat perangkap (boobytrap). Alat perangkap ini bisa dihubungkan dengan mekanisme pelepas seperti pintu lemari dan rumah. jika musuh membuka pintu, granat akan meledak. Granat biasanya dibuat ringan agar mudah dilempar. Biasanya granat mempunyai berat 500 gram dan diameter 10 cm dengan isian bahan peledak, biasanya campuran RDX, Komposisi B atau TNT.dengan ukuran ini, granat bisa delempar sejauh 25 hingga 35 meter oleh tentara yang terlatih.

Selain granat unuk membunuh musuh, ada juga jenis lain untuk mengeluarkan asap, gas air mata (CS), dan cahaya. Pasukan khusus biasanya menggunakan granat pengejut (flash-bang) untuk menggoncangkan moral sasaran serangan saat memasuki ruangan, tanpa bertujuan menyebabkan luka permanen. Beberapa granat lain sengaja dibuat unntuk jangkauan lemparan yang lebih baik. Granat penghancur misalnya, mempunyai tangkai pemegang dari kayu yang bisa meningkatkan jarak lemparan hinggga 50 meter.

Baca juga :