Posted in: Pendidikan

Sifat Aluminium Hidroksida

PEMBAHASAN

Percobaan aluminium dan senyawanya dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari sifat-sifat logam aluminium dan persenyawaannya. Aluminium merupakan logam berwarna putih keperakan dengan kerapatan yang rendah. Apabila aluminium dibakar dalam udara akan ditutupi oleh selaput tipis dari senyawa oksidanya, Al2O3 (Tim Dosen Kimia Anorganik, 2017: 1).

  1. Sifat Aluminium Hidroksida

            Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui sifat aluminium hidroksida (Al(OH)3) yang merupakan contoh senyawa aluminium. Pada percobaan ini dilakukan dengan mereaksikan larutan AlCl3 dengan NH4OH dihasilkan larutan yang keruh. Larutan kemudian ditambahkan NH4OH berlebih sehingga dihasilkan larutan yang menjadi bening. Hal ini terjadi karena kelarutan AlCl3 yang berkurang dengan adanya garam-garam amonium disebabkan oleh efek ion sekutu yang menunjukkan Al(OH)3 telah menjadi ion kompleks tetrahidroksoaluminat [Al(OH)4]. Adapun reaksinya :

AlCl3+ 3NH4OH  →Al(OH)3↓+ 3NH4Cl

Al(OH)3↓ + NH4OH →[Al(OH)4]+ NH4+

            Larutan AlCl3 yang telah ditambahkan DENGAN NaOH menghasilkan endapan putih pada larutan. Endapan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian 1 yang ditambahkan dengan HCl menghasilkan larutan yang jernih. Hal ini sesuai dengan teori bahwa jika suatu garam aluminium ditambahkan dengan asam berlebih menyebabkan hidroksida yang terbentuk melarut kembali (Svehla, 1985). Adapun reaksi yang terjadi adalah :

AlCl3+ 3 NaOH  →Al(OH)3↓ + 3NaCl

Al(OH)3↓  +  3HCl  →  AlCl3  +  3H2O

Endapan II ditambahkan dengan NaOH menghasilkan endapan pada larutan. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa apabila larutan garam aluminium ditambahkan basa maka diperoleh endapan gelatin (Svehla, 1985). Adapun reaksi yang terjadi :

AlCl3  +  3NaOH  →  Al(OH)3↓ + 3NaCl

Endapan yang terbentuk kemudian disaring dan dicuci dengan aquadest. Setelah itu ditambahkan dengan metal violet (ungu) menghasilkan endapan berwarna ungu. Metil ungu memiliki trayek pH sekitar 0,5-1,5. Jika pH<0,5 akan menunjukkan perubahan menjadi warna kuning sedang jika pH>1,5 maka akan menunjukkan perubahan menjadi ungu.

  1. Membandingkan aluminium klorida dengan magnesium klorida

Percobaan ini dilakukan untuk membandingkan sifat dari aluminium klorida dengan magnesium klorida. Kristal AlCl3 anhidrat yang dipanaskan tidak meleleh dan terbentuk serbuk putih yang lebih padat sedangkan pada kristal MgCl2 yaitu tidak meleleh dan ukuran partikel menjadi lebih kecil. Hal ini tidak sesuai dengan teori bahwa kristal AlCl3memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan MgCl2sehingga AlCl3akan lebih cepat meleleh dibanding MgCl2anhidrat.

                 kation dengan muatan yang besar (Al3+), memilki daya mempolarisasi lebih besar dibandingkan Mg2+, sehingga MgClanhidrat lebih bersifat ionik sedangkan AlClanhidrat lebih bersifat kovalen. Kovalensi yang dimilki oleh AlClanhidrat menyebabkan titik lelehnya rendah (terikat lemah) sedangkan untuk MgClanhidrat yang cenderung ionik (terikat kuat) titik lelehnya tinggi.Adapun reaksi yang terjadi yaitu:

Sumber: https://worldfreeweb.com/cara-mengobati-kucing-sakit-lemas/