Sifat, Ciri-Ciri Sosial, Budaya dan Ekonomi Prasejarah

Sifat, Ciri-Ciri Sosial, Budaya dan Ekonomi Prasejarah

Sifat, Ciri-Ciri Sosial, Budaya dan Ekonomi Prasejarah

Sifat, Ciri-Ciri Sosial, Budaya dan Ekonomi Prasejarah
Sifat, Ciri-Ciri Sosial, Budaya dan Ekonomi Prasejarah

1. Masa mengumpulkan makanan

Dalam kehidupan Sosial Ekonomi masyarakatnya sangat bergantung dengan alam tempat tinggal mereka. Manusia purba mengumpulkan makanan berupa tumbuh-tumbuhan. Cara hidup masyarakat nomaden dan berkelompok.
Kehidupan Budaya, pada saat mengumpulkan makanan masih menggunakan alat dari kayu, batu, dan tulang bentuknyapun masih sederhana. Masyarakat saat itu semi menetap di tepi pantai dan goa memiliki peninggalan kjokkenmodinger dan abris sous roche. Pada zaman mesolitikum masyarakat mulai mengenal lukisan, pembuatan warna yang masih sederhana, dan bangunan bukit kerang.
Kepercayaan pada zaman ini manusia percaya akan adanya kehidupan setelah kematian dan kekuatan di luar kekuatan manusia. Untuk bukti adanya kepercayaan ini adalah adanya penguburan manusia yang telah meninggal.
Teknologi yang digunakan pada zaman ini berupa alat-alat yang berkembang pesat seiring datangnya pendatang dari indo cina. Kedatangan kelompok baru tersebut mengenalkan teknologi asahan sehingga alat-alat sudah mulai diperhalus dan tajam.

2. Masa Bercocok Tanam

Kehidupan Sosial Ekonomi, masyarakat mulai menetap dan menghasilkan makanan. Produksi makanan mereka pada awalnya adalah keladi baru dan setelah adalah padi. Bercocok tanam dengan cara berhuma. Masyarakat pada zaman ini sudah mampu mengembangkan hewan ternak.
Kehidupan Budaya pada zaman ini mulai mengenal benda-benda pertuasan dan mengenal perlengkapan dari tumbikar. Kadang benda perkakas dibuat sedemikian indah, karena berfungsi juga sebagai ajimat. Batu-batu yang indah tersebut disimpan untuk dijadikan alat tukar. Pada zaman ini juga mulai muncul berbagai perhiasan dan pakaian.
Kepercayaan yang berkembang yaitu animisme, dinamisme, dan totemisme serta adanya ritual-ritual yang berkaitan dengan kepercayaan meliputi kehidupan saat itu. Ritual tersebut dipimpin oleh seorang dukun atau shaman. Buktinya dengan adanya ciri khas nyata pada ada banyaknya peninggalan batu besar yang dikaitkan dengan kepercayaan pada saat itu.
Teknologi yang berkembang dalam masyarakat saat itu, yaitu mereka mengenal alat kehidupan yang penuh dengan ukiran dan diperhalus. Masyarakat mengenal teknologi bifacial (asah dua muka). Beberapa dari mereka pandai dalam membuat perhiasan. Alat kehidupan mendukung sistem kepercayaan dengan bukti, mereka dapat membuat menhir, waruga, batu kubur dan punden berundak.

3. Masa perundagian

Kehidupan sosial ekonomi saat itu dipengaruhi dengan kedatangan bangsa detro melayu. Kemudian mengenal perdagangan, mulai mengenal logam dan tidak sembarang orang dapat mengolah dan memilikinya. Selain itu juga sudah mengenal aturan-aturan (norma-norma) serta dapat mengolah tanah.
Komunikasi, pada awalnya menggunakan bahasa isyarat tubuh. Kedatangan bangsa luar adalah awal bangsa Indonesia mengenal bahasa bangsa melayu adalah cikal bakal bahasa Indonesia yang diperkenalkan oleh para pedagang yang singgah saat itu.
Kehidupan budaya, mengenal perlengkapan dari logam, mengenal pembuatan kaca/manik-manik untuk perhiasan, berkembang juga seni lukis dan ukiran serta mengenal teknik pencetakan logam.
Pelayaran, perahu diperkenalkan pada saat kedatangan oran indo cina, afrika dan daerah asia lainnya. Astronomi dipergunakan untuk menentukan arah dalam pelayaran.
Pekerjaan, pekerjaan awal masyarakat Indonesia adalah berburu, meramu makanan, dan mengolahnya. Pekerjaan berikutnya adalah bercocok tanam, pada saat mulai megenal logam pekerjaannya pun berubah menjadi tukang logam. Pekerjaan selanjutnya adalah berdagang.
Baca Artikel Lainnya: