Posted in: Umum

 Sistem Penginderaan Jauh

 Sistem Penginderaan Jauh

Sensor penginderaan jauh mendapatkan informasi tentang obyek dari jarak jauh. Informasi yang didapatkan ini berasal dari sejumlah energi yang datang dari obyek dan diterima oleh sensor. Energi terrekam oleh sensor satelit dengan nilai yang bervariasi antar satu obyek dengan obyek lainnya ataupun pada sebuah obyek namun dengan kondisi yang berbeda.

Energi merupakan unsur yang sangat penting sebagai penghantar informasi dalam penginderaan jauh. Tanpa adanya energi ini maka informasi tidak akan dapat diperoleh oleh sensor satelit. Dengan demikian keberadaan energi yang masuk ke sensor adalah hal pokok dari perolehan informasi tentang obyek di muka bumi. Dengan mendasarkan pada bentuk energi ini, penginderaan jauh dapat dibedakan menjadu dua bentuk yaitu penginderaan jauh system pasif dan penginderaan jauh system aktif.

Penginderaan jauh sistem pasif adalah penginderaan jauh yang menggunakan energi yang berasal dari obyek. Energi dapat berupa pantulan dari sumber lain, yang dalam hal ini umumnya adalah matahari. Energi bersumber dari matahari. Energi dari matahari dipancarkan ke obyek dan kemudian terpantulkan menuju sensor. Energi dapat pula berasal dari pancaran suatu obyek seperti sumber-sumber thermal, misal lokasi kebakaran hutan, sumber panas bumi, dan lain-lain. Sensor satelit sistem ini tidak membangkitkan energi sendiri. Berbagai satelit sumber daya seperti Landsat, QuickBird, Ikonos, dan lain-lain adalah termasuk pada system penginderaan jauh pasif ini. Kelemahan penginderaan jauh sistem ini adalah resolusi spasialnya semakin kasar karena panjang gelombangnya semakin besar.

Penginderaan jauh system aktif adalah

Penginderaan jauh system aktif adalah penginderaan jauh yang menggunakan energi yang berasal dari sensor tersebut. Sensor membangkitkan energi yang diarahkan ke obyek, kemudian obyek memantulkan kembali ke sensor. Energi yang kembali ke sensor membawa informasi tentang obyek tadi. Serangkaian nilai energi yang tertangkap sensor ini disimpan sebagai basis data dan selanjutnya dianalisis. Penginderaan jauh aktif dapat dilakukan pada siang ataupun malam hari. Sistem penginderaan jauh aktif tidak tergantung pada adanya sinar matahari, karena energi bersumber dari sensor. Contoh dari system penginderaan jauh aktif ini adalah system kerja radar. Radar membangkitkan energi yang diarahkan ke obyek. Energi yang sampai pada obyek sebagian terpantul dan kembali ke sensor. Sensor radar kembali menangkap energi tersebut, energi yang telah melakukan perjalanan menuju obyek. Pada umumnya sistem ini menggunakan gelombang mikro, tapi dapat juga menggunakan spektrum tampak, dengan sumber tenaga buatan berupa laser.

Tenaga elektromagnetik pada penginderaan jauh sistem pasif dan sistem aktif untuk sampai di alat sensor dipengaruhi oleh atmosfer. Atmosfer mempengaruhi tenaga elektromagnetik yaitu bersifat selektif terhadap panjang gelombang, karena itu timbul istilah “Jendela atmosfer”, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Adapun jendela atmosfer yang sering digunakan dalam penginderaan jauh ialah spektrum tampak yang memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer. Spektrum elektromagnetik merupakan spektrum yang sangat luas, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh, itulah sebabnya atmosfer disebut bersifat selektif terhadap panjang gelombang. Hal ini karena sebagian gelombang elektromagnetik mengalami hambatan, yang disebabkan oleh butirbutir yang ada di atmosfer seperti debu, uap air dan gas. Proses penghambatannya terjadi dalam bentuk serapan, pantulan dan hamburan.

Analisa data penginderaan jauh memerlukan data rujukan seperti peta tematik, data statistik dan data lapangan. Hasil nalisa yang diperoleh berupa informasi mengenai bentang lahan, jenis penutup lahan, kondisi lokasi dan kondisi sumberdaya lokasi. Informasi tersebut bagi para pengguna dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan daerah tersebut. Keseluruhan proses mulai dari pengambilan data, analisis data hingga penggunaan data tersebut disebut Sistem Penginderaan Jauh (Purwadhi, 2001)

Sumber: https://swatproject.org/xiaomi-hadirkan-program-tukar-tambah-di-india/