Teori Organisasi umum Ke dua

Teori OrgaTeori Organisasi umumnisasi umum

Teori Organisasi umum Ke dua

Teori Organisasi umum
Teori Organisasi umum

Ciri-ciri organisasi sebagai berikut:

1. Organisasi adalah lembaga social yang terdiri atas sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
2. Organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
3. Organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun.
4. Organisasi adalah instrument social yang mempunyai batasan yang secara relative dapat diidentifikasikan.

Unsur-unsur organisasi :

1. Manusia.
2. Kerja sama.
3. Tujuan Bersama
4. Peralatan (Equipment)
5. Lingkungan (Environment)

Teori Organisasi

Teori organisasi terbagi 3 yaitu, teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
a. Teori organisasi klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori organisasi tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun seribu delapan ratusan (abad 19). Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek sama,

yaitu : teori birokrasi, teori administrasi, dan teori manajemen ilmiah.

1. Teori birokrasi: dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and spirit of Capitalism”.
Karakteristik-katakteristik birokrasi menurut weber adalah:
a. Pembagian kerja yang jelas.
b. Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik.
c. Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi.
d. System prosedur bagi penanganan situasi kerja.
e. Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal.

2. Teori administrasi : teori sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan henri fayol dan lyndall urick dari eropa serta mooney dan reiley dari amerika.
Henri fayol seorang indrustrialis dari francis, hidup pada tahun 1841-1925, fayol mengemukakan kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi yaitu:
a. Pembagian kerja (division of work)
b. Disiplin
c. Aturan
d. Inisiatif
e. Semangat korps
f. Keadilan
g. Sentralisasi.

3. Teori manajemen ilmiah : manjemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick winslow taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah yaitu, penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Dan seperangkat mekanisme atau teknik “ a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor mengemukakan kadah dasar manejemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan, yaitu :
a. Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah.
b. Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan.

b. Teori Organisasi NeoKlasik

Teori Neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (the human relation movement). Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama.
Dalam pembagian kerja, teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :
1. Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
2. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
3. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

c. Teori Organisasi Modern

Teori modern yang kadang-kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam organisasi dan manjemen. Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabelistik.
Konsep sistem umum menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori modern dan secara ringkas kedua teori ini, baik teori modern maupun teori system umum mempelajari :
1. Bagian-bagian dalam keseluruhan dan pergerakkan individu di dalam dan di luar system.
2. Interaksi individu-individu dengan lingkungan yang terjadi dalam system.
3. Interaksi diantara individu-individu dalam system.
4. Maslah-masalah pertumbuhan dan stabilitas system.
Teori ini menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam berperilaku berorganisasi, yaitu:
1. Komunikasi
2. Konsep keseimbangan
3. Proses pengambilan keputusan.
Adapun pendekatan-pendekatan manajemen adalah :
1. Pendekatan proses atau pendekatan fungsional, operasional, universal dan tradisional.
2. Pendekatan keprilakuan (behavior approach)
3. Pendekatan kuantitatif
4. Pendekatan system
5. Pendekatan contingency (situasional)

Sumber : https://jeffmatsuda.com/apa-itu-kata-serapan/