Tinospora crispa

Tinospora crispa

Tinospora crispa
Tinospora crispa

Tumbuhan Tinospora crispa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Ranunculales
Famili : Menispermaceae
Genus : Tinospora
Spesies : Tinospora crispa (L.) Hook F. & T

Tinospora crispa memiliki beberapa nama lokal, diantaranya

Antawali, Bratawali, Daun Gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen Jin
Teng (China). Tinospora crispa tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis. Brotowali termasuk tumbuhan merambat yang memiliki batang berwarna hijau dengan penuh benjolan. Daunnya berwarna hijau muda berbentuk jantung memiliki lebar antara 6 hingga 12 cm. Bunganya berwarna hijau muda memiliki mahkota 6 yang merupakan tunas. Buahnya berwarna merah muda.
Tinospora crispa umumnya diminum sebagai tonikum. Tumbuhan Tinospora crispa dapat digunakan pada pengobatan hipertensi dan obat untuk diarrhoea dan sebagai vermifuge (Ling et al, 2009). Selain itu Tinospora crispa mempunyai potensi untuk menjadi sumber alami antioksidan serta mempunyai aktivitas antiproliferatif
terhadap sel kanker pada manusia (Zulkhairi et al 2008).

 

Kandungan Kimia Tinospora crispa

Kandungan kimia dalam tumbuhan Tinospora crispa diantaranya: Glikosida pikroretosida, alkaloid berberin dan palmatin, zat pahit pikroretin (dalam daun). Akarnya mengandung alkaloid berberin, tinosporina, tinosporidina, dan kolumbina. Juga dilaporkan mengandung senyawa antioksidan bergenin (Dweck, 2006). Tiga senyawa yang diidentifikasi sebagai N-cis-feruloyltyramina, N-transferuloyltyramina dan secoisolariciresinol, memperlihatkan aktivitas antioksidan yang diisolasi dari batang Tinospora crispa, yang dikumpulkan dari Indonesia (Cavin et al, 1998). Dua triterpenes telah diisolasi dari batang Tinospora crispa,yang dikumpulkan dari Supanburi,

Thailand yaitu sikloeukalenol dan sikloeukalenon

(Kongkathip et al, 2002). Batang Tinospora crispa mengandung flavone O-glycosides (apigenin), picroretosid, berberin, palmatin, picroretin, dan resin (Dweck, 2006).

 

sumber:

Cavin, A., Dyatmyko, W., dan Potterat, O. 1998. Antioxidant and Lipohilic Constituents of Tinospora crispa. Planta Medica. 64. 393-396.

Dweck, A.C., dan Cavin, J.P. 2006. Andawali (Tinospora crispa) – A Review. Personal Care 2006. Nanterre, France.

Kongkathip, N., Dhumma-upakorn, P., Chawananoraset, K., dan Hatthakitpanichakul, S. 2002. Study on Cardiac Contractility of Cycloeucalenol and Cycloeucalenone Isolated From Tinospora crispa. Journal of Ethnopharmacology. 83. 95-99.

Ling, , K.H., Kian, C.T., dan Hoon, T.C. 2009. A Guide to Medicinal Plants, An Illustrated, Scientific and Medicinal Approach. World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd. Singapore.

Zulkhairi, A., Abdah, M.A., Kamal, M., Hasnah, B, Fazali, F., Khairunnur F.A., Kamilah K.A., Zamree M.S., dan Shahidan, M. 2008. Biological Properties of Tinospora crispa (Akar Patawali) and Its Antiproliferative Activities on Selected Human Cancer Cell Lines. Mal J Nutr. 14(2). 173 – 187.

Sumber : https://www.kitabisa.com/orang-baik/92887