Posted in: Kucing

 Tokoh-Tokoh Aliran Mu’tazilah

 Tokoh-Tokoh Aliran Mu’tazilah

 

            Tokoh-tokoh aliran Mu’tazilah banyak jumlahnya dan masing-masing memiliki pemikiran yang berbeda dengan tokoh-tokoh yang lainnya, sehingga masing-masing tokoh punya aliran sendiri-sendiri. [5]    Dari segi geografis Mu’tazilah  dibagi menjadi 2 yaitu aliran mu’tazilah Bashrah dan aliran mu’tazilah Baghdad. Aliran Bashrah lebih dahulu munculnya, lebih banyak mempunyai kepribadian sendiri dan yang pertama- tama mendirikan aliran mu’tazilah. perbedaan antara kedua aliran mu’tazilah tersebut pada umumnya disebabkan karena situasi geografis dan kulturil.

 

Tokoh- tokoh aliran Bashrah antara lain:

 

  1. Washil bin ‘Atha’ ( 80-131 H/ 699-748 M)



            Terkenal sebagai pendiri aliran mu’tazilah dan kepalanya yang pertama. Ia pula yang terkenal sebagai orang yang meletakkan lima prinsip dasar.

 

  1. Al-‘Allaf ( 135-226 H/ 752-840 M)

 

            Nama lengkapnya adalah Abdul Huzail Muhammad bin Al-Huzail Al-‘allaf. puncak kebesarannya dicapainya pada masa khalifah Al-Ma’mun, karena khalifah ini pernah menjadi muridnya dalam perdebatan mengenai soal agama. Menurut riwayat pada tiga ribu orang yang masuk islam di tangannya. Ia banyak berhubungan dengan filosof- filosof dan buku- buku filsafat.

 

  1. An-Nazham ( wafat 231 H/ 845 M)

 

            Nama lengkapnya adalah Ibrahim bin Sayyar bin Hani An-Nazham. Ia merupakan tokoh mu’tazilah yang terkemuka, lancar bicara, dan banyak mendalami filsafat. Ia sangat bebas berpikir dan berani menyerang ahli hadis karena tidak banyak percaya pada kesahihan hadis-hadis. Karena ia sangat menjunjung Al-Qur’an.

  1. Al-Jubbai (wafat 303 H/ 915 M)

 

            Nama lengkapnya adalah Abu Ali Muhammad bin Ali Al-Jubbai, tokoh mu’tazilah basrah dan murid as-Syahham. Al-Jubbai dan anaknya yaitu Abu Hasim Al-Jubbai mencerminkan akhir masa kejayaan aliran mu’tazilah.



Tokoh- tokoh aliran Baghdad antara lain:

 

  1. Bisjr bin Al-Mu’tamir (wafat 226 H/ 840 M)

 

            Ia memiliki pandangan mengenai kesusastraan. Ia adalah orang yang pertama kali mengemukakan soal “tawallud” (reproduction) yang boleh jadi dimaksudkan untuk mencari batas-batas pertanggungan jawab manusia atas perbuatannya.

 

  1. Al-Chayyat (wafat 300 H/ 912 M)

 

Nama lengkapnya adalah Abu al-Husein Al-Khayyat. ia adalah pengarang buku “al-Intisar” yang dimaksudkan untuk membela aliran mu’tazilah.

  1. Al-Qadhi Abdul Jabbar (wafat 1024 M)

 

            Ia mengulas tentang pokok-pokok ajaran aliran mu’tazilah, terdiri dari beberapa jilid dan banyak dikutip oleh as-Syarif al Murtadha.

 

  1. Az-Zamaihsyari (467-538 H/ 1075-1144M)

 

            Nama lengkapnya adalah Jar Allah Abul Qasim Muhammad bin Umar. Selama hidupnya ia banyak mengadakan perlawatan dari negeri kelahirannya menuju Baghdad, kemudian ke Makkah untuk bertempat di sana beberapa tahun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Jurjan (Persi-Iran). Ia menjadi tokoh dalam ilmu tafsir, nahwu, dan paramasastera (lexicology).

Sumber :

https://finbarroreilly.com/