Posted in: Pendidikan

Tugas Hakim

Tugas Hakim

1)   Tugas Yustisial

Hakim Peradilan Agama mempunyai tugas untuk menegakkan hukum perdata Islam yang menjadi wewenangnya dengan cara-cara yang diatur dalam hukum acara Peradilan Agama. Tugas-tugas pokok hakim di Pengadilan Agama dapat dirinci sebagai berikut :

  • Membantu pencari keadilan (pasal 5 ayat 2 UU Nomor 14 tahun 1970)
  • Mengatasi segala hambatan dan rintangan (pasal 5 ayat 2 UU Nomor 14 tahun1970)
  • Mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa (pasal 130 HIR / pasal 154 Rbg)
  • Memimpin persidangan (pasal 15 ayat 2 UU Nomor 14 tahun 1970)
  • Memeriksa dan mengadili perkara (pasal 2 (1) UU Nomor 14 tahun 1970)
  • Meminutur berkas perkara ( 184 (3), 186 (2) HIR)
  • Mengawasi pelaksanaan putusan (pasal 33 (2) UU Nomor 14 tahun 1970)
  • Memberikan pengayoman kepada pencari keadilan (pasal 27 (1) UU Nomor 14 tahun 1970)
  • Menggali nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat (pasal 27 (1) UU Nomor 14 tahun 1970)
  • Mengawasi penasehat hukum.

2)   Tugas Non Yustisial

Selain tugas-tugas pokok sebagai tugas yustisial tersebut, hakim juga mempunyai tugas-tugas non yustisial, yaitu :

  • Tugas pengawasan sebagai Hakim Pengawas Bidang
  • Turut melaksanakan hisab, rukyat dan mengadakan kesaksian hilal
  • Sebagai rohaniawan sumpah jabatan
  • Memberikan penyuluhan hukum
  • Melayani riset untuk kepentingan ilmiah
  • Tugas-tugas lain yang diberikan kepadanya

3)        Tugas Hakim dalam Memeriksa dan Mengadili Perkara :

  1. a)Konstatiring, yaitu dituangkan dalam Berita Acara Persidangan dan dalam duduknya perkara pada putusan hakim. Konstatiring ialah meliputi :
  • Memeriksa identitas para pihak
  • Memeriksa kuasa hukum para pihak
  • Mendamaikan para pihak
  • Memeriksa syarat-syaratnya sebagai perkara
  • Memeriksa seluruh fakta atau peristiwa yang dikemukakan para pihak
  • Memeriksa syarat-syarat dan unsur-unsur setiap fakta atau peristiwa
  • Memeriksa alat-alat bukti sesuai tata cara pembuktian
  • Memeriksa jawaban, sangkalan, keberatan dan bukti-bukti pihak lawan
  • Mendengar pendapat atau kesimpulan masing-masing pihak
  • Menerapkan pemeriksaan sesuai hukum acara yang berlaku
  1. b)Kualifisir, yaitu yang dituangkan dalam pertimbangan hukum dalam surat putusan yang meliputi :
  • Mempertimbangkan syarat-syarat formil perkara
  • Merumuskan pokok perkara
  • Mempertimbangkan beban pembuktian
  • Mempertimbangkan keabsahan peristiwa atau fakta sebagai peristiwa atau fakta hukum
  • Mempertimbangkan secara logis, kronologis dan juridis fakta-fakta hukum menurut hukum pembuktian
  • Mempertimbangkan jawaban, keberatan, dan sangkalan-sangkalan serta bukti-bukti lawan sesuai hukum pembuktian
  • Menemukan hubungan hukum peristiwa-peristiwa atau fakta-fakta yang terbukti dengan petitum
  • Menemukan hukumnya baik hukum tertulis maupun yang tak tertulis dengan menyebutkan sumber-sumbernya
  • Mempertimbangkan biaya perkara.
  1. c)Konstituiring, yang dituangkan dalam amar putusan (dictum) :
  • Menetapkan hukumnya dalam amar putusan
  • Mengadili seluruh petitum
  • Mengadili tidak lebih dari petitum kecuali undang-undang menentukan lain
  • Menetapkan biaya perkara.
  1. Panitera

Kedudukan Panitera merupakan unsur pembantu ketua dan bertanggungjawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen, akta, buku daftar, biaya perkara, uang titipan pihak ketiga, surat-surat bukti dan surat-surat lainnya yang disimpan di Kepaniteraan, membuat salinan putusan. Menerima dan mengirimkan berkas perkara, melaksanakan eksekusi putusan perkara perdata yang diperintahkan oleh Ketua Pengadilan dalam jangka waktu yang ditentukan[3].